Rabu, 13 November 2013

DICOM


•Digital Imaging and COmmunications in Medicine
•Sebuah standar yang digunakan untuk penyimpanan, pendistribusian, dan juga pencetakan data dalam bidang medis.
•Sebuah tekhnologi medis yang untuk menampung dan mendistrib
 
usikan data dari atau ke beberapa modalitas/alat radiologi.  
dicomPACS® Software 
 
•dicomPACS® adalah sebuah software yang inovatif dan cerdas yang dapat digunakan untuk mengelola, manajemen dan mencetak data dari modalitas - modalitas yang terhubung.
•dicomPACS® adalah sebuah software yang inovatif dan cerdas yang dapat digunakan untuk mengelola, manajemen dan mencetak data dari modalitas - modalitas yang terhubung.
•    DICOMPACS  berfungsi mengirim, menerima, & manajemen data antar RS.
•      DICOMPACS menjadi dasar untuk pembentukan teleradiologi yang menjadi bagian dari telemedicine.
•   Telemedicine sangat cocok diterapkan untuk negara Indonesia yang terdiri dari banyak pulau.
•Memberikan terobosan bagi dunia medis Indonesia.
• Telemedicine membuat pasien merasa nyaman berkonsultasi dengan dokter.
 

APLIKASI KOMPUTER PADA USG



PC Base Technology ultrasound
Dimulai kira-kira tahun 1996/ 1997
PC Base Technology ultrasound
Keuntungan :
1. Dapat Di-upgrade dengan mudah
Dari Software Version Awal V1.00 à V1.01à V1.011
+  Meningkatkan ketajaman gambar
+  Lebih user Friendly
+  Menambah fungsi-fungsi baru
+  Menyempurnakan/ mengoreksi software sebelumnya
+  Menyesuaikan kebutuhan pasar/ user
+  Meng-aktive-kan software yang sudah tertanam
 
2. Dapat ditambahkan Image & Patien D
Penyimpanan data pasien secara digital pada :
+ HDD
+ MO Disk
+ Floopy Disk
+ CD and DVD R/W
+ Fash Memory
+ Hard Copy by Digital Printer
+ Digital Multi-Imager 
 
3.  Dapat dilakukan Networking Data Filing
+  Ke computer lain via DICOM & Sonoview Pro
+  Via  Internet & Ethernet
+  Jaringan PACS/ RIS via DICOM
+  Tele-diagnostic & Teleconference
 
5.  Dapat ditambahkan fungsi-fungsi tambahan lain
1.- Harmonic Imaging
2.- Tissue Doppler Imaging
3.- Power Doppler + Direction
4.- FREE ANGLE M-MODE
5.- MULTI-SLICE VIEW
6.- STIC
7.- Elastoscan
8.- Cardiac Package Measurment
9.- DMR 
 
10.
6.  Menurunkan biaya maintanance & Produksi
+  Bobot S/W semakin tinggi sebaliknya bobot H/W menurun
+ Biaya maintenance lebih banyak karena problem S/W yang dapat dilakukan dengan Ghost S/W dengan pilihan OS : Window or Linux
+ Biaya produksi lebih banyak diserap pada pengembangan S/W dan mengurangi pembelian komponen electronic maupun pengembangan ASIC
•
•
 
7.  Memperpanjang & sekaligus mempersingkat life time
 
 
 
 

Prinsip Kerja CR



C.    Prinsip kerja Computed Radiography (CR)
1.      Imaging plate yang terletak di dalam kaset, dilakukan eksposi dengan menggunakan peralatan pembangkit sinar-x. Pada saat sinar-x menembus objek, akan terjadi attenuasi (perlemahan) akibat dari kerapatan objek karena berkas sinar-x yang melalui objek tersebut. Kemudian membentuk bayangan laten.
2.      IP cassete kemudian dimasukkan kedalam image reader. Di dalam image reader, bayangan laten yang disimpan pada permukaan Photostimulable phosphor (PSP), dibaca dan dikeluarkan menggunakan cahaya infra merah untuk menstimulus phosphor yang disebut sebagai Photostimulable Luminisence (PSL), sehingga mengakibatkan energi yang tersimpan berubah menjadi cahaya tampak.
3.      Cahaya yang dikeluarkan dari permukaan plate, akan ditangkap oleh sebuah pengumpul cahaya dan diteruskan ke tabung photomultiplier yang mengubah energi cahaya tersebut menjadi sinyal listrik analog.
4.      Selanjutnya sinyal analog ini diubah menjadi sinyal digital oleh rangkaian analog to digital converter (ADC) dan diproses dalam komputer.
5.      Setelah proses pembacaan selesai, data gambar pada imaging plate dapat dihapus dengan cara imaging plate dikenai cahaya yang kuat. Hal ini membuat imaging plate dapat dipergunakan kembali.
6.      Setelah gambaran tampil dilayar monitor, gambaran tersebut dapat dilakukan rekontruksi atau dimanipulasi pada image console sehingga mendapatkan gambaran yang diinginkan.
Apabila gambaran sudah baik, maka terdapat dua pilihan, apakah gambaran akan dicetak dengan film atau disimpan didalam file khusus. Jika ingin dicetak, maka gambaran akan dicetek menggunakan lasser.
        
            Gambar 2.6.Proses Kerja Computed Radiography

Sejarah Perkembangan Sinar-X

Tiga puluh enam tahun sesudah penemuan sinar katoda dan 2 tahun sesudah pengembangan “tabung Lenard” (tabung sinar katoda) maka Wilhelm Conrad Roentgen pada tanggal 8 november 1895 menemukan suatu jenis sinar baru yang olehnya dinamakan sinar-x. foto-rontgen pertama dibidang kedokteran terjadi beberapa hari kemudian, yaitu pada tanggal 22 desember, dibuat oleh rontgen sendiri. Foto tangan dari istrinya sendiri dikirimkan oleh roentgen bersama penelitiannya pada sejumlah dokter ahli sejawatnya sebagai pemberitahuan sementara tentang penelitiannya. Dokter-dokter dengan cepat segera bereaksi, pada tanggal 6 januari 1896 dilakukan pertemuan atau rapat dari persatuan ahli penyakit dalam berlin. Untuk dunia ilmu kedokteran tampaknya penemuan ini sangat penting. Ilmu bedah dapat mengambil keuntungan dari foto tulang yang dapat dibuat pada manusia hidup. Fraktur, liksasi, penonjolan, benda asing. Dapat dilihat dengan jelas.
Pada tanggal 13 januari 1896 terbitlah pengumuman pertama tersebut didalam majalah kedokteran “Berliner Klinischen Wochenschrift”. Mulailah suatu perluasan (penyebaran) keseluruh dunia dibidang diagnostic dengan sinar rontgen. Hanya dalam tahun 1896 saja sudah dibuat lebih dari 1000 makalah tentang sinar baru ini, terbitlah majalah-majalah di bidang tersebut.
Sejalan dengan pengembangan diagnostic, mulai juga perkembangan di bidang terapi, penyinaran suatu nevus tebal (seperti kulit hewan). Naevus pellitus oleh Freund di Wina, merupakan tindakan pengobatan tumor kulit yang pertama dengan penyinaran, yang berhasil 1899. Pada tahun 1901 W. C. Roentgen memperoleh hadiah nobel yang pertama kalinya di bidang fisika, untuk penemuan sinar-x. saat ini sinar roentgen tak dapat dipisahkan dari dunia kedokteran, baik dibidang diagnostik maupun terapi.

Rabu, 02 Oktober 2013

COMPUTED RADIOGRAPHY (CR)

Definisi CR
Computed Radiography adalah proses digitalisasi gambar yang menggunakan imaging plate untuk akusisi data gambar X-Ray. 
(Ballinger, 1999).  CR merupakan teknologi digital yang mendukung pengembangan komputer berbasis sistem informasi dan prosessing. Radiograf yang dihasilkan CR akan terformat dalam bentuk digital sehingga dapat dimanipulasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal (Ballinger, 1999).

Komponen Utama CR :
1. Image Plate (IP)
2. Casette
3. Image Reader
4. Image Console
5. Image


Keterangan :
1. Imaging Plate (IP)
     Image Receptor
     Bahan : BaFBr:Eu (Barium Fluoro Bromide with Europium )or Photostimulable Phospor (PSP).
       Fungsi Europium (Eu) :  sebagai aktifator atau membentuk bayangan di Image Plate berupa partikel-
       partikel yang tereksitasi.
     PSP didalam kaset, atau dikenal dengan screen–film kaset
     Photostimulable luminiscense (PSL) : PSL adalah energi yang tidak stabil yang terpental tetapi tidak langsung memencarkan cahaya (delay), tetapi ketika distimulus oleh sinar laser maka energi tersebut akan kembali lagi.

     Eksitasi elektron-elektron yang
    tidak stabil dari rekasi PSL oleh
    sinar-x.


Proses Imaging
1. Exposure
Imaging Plate diletakkan didalam kaset, setelah itu kita lakukan eksposi dengan menggunakan sinar X. Sinar X yang menembus obyek akan mengalami atenulasi sehingga enersi dari sinar X tersebur ditangkap oleh imaging plate dalam bentuk data digital.
Gbr 1. Proses pertama Film di Expose

2. Stimulus
Gbr 2. PSP distimulasi oleh sinar laser

3. Read (pembacaan)
Dengan menggunakan Photo Multiplier, cahaya tampak tersebut di tangkap dan digandakan serta diperkuat intensitasnya kemudian diubah menjadi sinyal elektrik. kemudian sinyal-sinyal ini direkonstruksikan menjadi sebuah gambaran yang dapat dilihat oleh layar monitor.
Gbr 3. Read, dari stimulus oleh sinar maka dideteksi untuk dibaca oleh CR. Masih ada sisa2 elektron.
 
4.Erasure (penghapusan)
Setelah proses pembacaan selesai, data gambar pada imaging plate secara otomatis akan dihapus oleh Intense Light sehingga imaging plate dapat digunakan kembali.
Gbr 4. Erase, membersihkan kaset dari sisa2 elektron.
 

2. Kaset (Casing)
    Kaset pada Computed Radiography terbuat dari carbon fiber dan bagian belakang terbuat dari almunium, kaset ini berfungsi sebagai pelindung dari Imaging Plate.
3. Image Reader (CR- Reader)
    Merupakan alat untuk mengolah gambaran laten pada Imaging Plate (IP) menjadi data digital.
4. Image Console (Workstation)
    Berfungsi sebagai pembaca dan pengolahan gambar yang diperoleh dari IP. Dilengkapi dengan preview monitor untuk melihat gambar radiografi yang dihasilkan apakah hasil memuaskan atau belum.
5. Imager (Dry Printer & CD)
    Apabila foto dikehendaki untuk dicetak, maka gambar dapat dikirim ke bagian imager untuk dicetak sesuai kebutuhan baik itu dalam bentuk CD ataupun DRYFILM.


CR Reader
1. Mechanical Features
2. Optical Features
3. Computer Control

Karakteristik IP
•Gunanya memanipulasi lebih banyak KV & mA dari kurva ‘S’ menjadi lurus


Keunggulan CR
a. Ringan
b. Flatbed Type
c. Mudah untuk di “Upgrade”
d. Dapat digunakan untuk beberapa tipe kaset ( 24x30 cm & 35 x 43 cm)
e. Dapat digunakan sebagai “Stationary” maupun “Portable”
f. Mudah untuk digunakan
g. Kemampuan IP s/d 20000 kali expose
h. Flexibel dapat menggunakan PC atau Laptop

Noise Pada CR
1. MECHANICAL DEFECTS
     Slow scan driver
     Fast scan driver
       Ada noise jika j saat menscan jalanya CR terhambat atay cepat
2. OPTICAL DEFECTS
     Laser intensity control
     Scatter of stimulating beam
     Light quanta emitted by screen
3. COMPUTER DEFECTS
     Electronic noise
     Inadequate samplingn(time between sample)
     Inadequate quantization (value of each sample)
      Sampling kurang/ tidak cukup dari value

Perbandingan Konvensional, CR (Computer Radiografi), DR (Digital Radiografi)


A. RADIOLOGI KONVENSIONAL
    Pemeriksaan konvensional tanpa kontras, yaitu pemeriksaan sederhana menggunakan sinar-x.     Konvensional disebut juga automatic processing merupakan cara pemrosesan film secara konvensional dangan alat yang memerlukan langkah-langakh dalam pencucian film yakni :
    Film – Developing – Rinsing – Fixing – Washing – Drying

B. COMPUTED RADIOGRAPHY (CR)
    Computed radiography adalah proses merubah sistem analog pada radiologi konvensional menjadi  radiografi digital.
    1. KOMPONEN COMPUTED RADIOGRAPHY (CR)
        a. Kaset
        b. Imaging plate
        c. Read (pembacaan)
        d. Erasure (penghapusan)

C. DIGITAL RADIOGRAFI
    1. PENGERTIAN DIGITAL RADIOGRAPHY (DR)
        Digital radiografi adalah sebuah bentuk pencitraan sinar_X, dimana sensor-sensor sinar-X digital digunakan menggatikan film fotografi konvensional. Dan processing kimiawi digantikan dengan sistem komputer yang terhubung dengan monitor atau laser printer.
    2. KOMPONEN DIGITAL RADIOGRAPHY (DR)
        Sebuah sistem digital radiographi terdiri dari 3 komponen utama:
        a. Modalities
             · DICOM
             · NON-DICOM (Conventional)
        b. Software
             · RIS ( Radiology Information System)
             · PACS (Picture Archiving and Communications System)
        c. Hardware
             · Server, workstation & printer
             · Network
             · Storage
3. PRINSIP KERJA DIGITAL RADIOGRAFI
    Prinsip kerja Digital Radiography (DR) atau (DX) pada intinya menangkap sinar-X tanpa menggunakan film. Sebagai ganti film sinar X, digunakan sebuah penangkap gambar digital untuk merekam gambar sinar X dan mengubahnya menjadi file digital yang dapat ditampilkan atau dicetak untuk dibaca dan disimpan sebagai bagian rekam medis pasien.
    Gambar 1. Prinsip Kerja Digital Radiography



PERBEDAAN
1. Pada Proses radiografi konvensional
    a. Harus menunggu beberapa waktu untuk mencetak film
    b. Harus menunggu lagi untuk mengirimkan film kepada dokter
    c. Menunggu hasil expertise kepada dokter penunjuk
    d. Waktu tunggu menjadi lama
    e. Dalam situasi darurat tidak dapat langsung membaca film
    f. Biaya yang cukup besar untuk pembuatan film, bahan kimia, jasa pengiriman, ruang penyimpanan
    g. Adanya limbah
2. Pada Proses Computed Radiography
    a. Hasil foto dapat di simpan dalam bentuk file.
    b. Tidak menggunakan processing film seperti developer dan fixer.
    c. Tidak memerlukan kamar gelap, karena kaset sudah di lengkapi image plate.
    d. foto dapat di edit sebelum di cetak
    e. waktu processing lebih cepat
    f. kerusakan film karena terbakar bisa di hindari
    g. mengurangi dari jumlah reject film.
3. Pada Proses Digital Radiography
    a. Diagnosa tepat melalui gambar digital
    b. Efisiensi waktu untuk mendistribusikan gambar
    c. Mengurangi biaya pencetakan gambar
    d. Arsip digital, menghilangkan ruangan penyimpanan film dan memudahkan pencarian gambar
    e. Mengurangi resiko kehilangan film
    f. Awet, kualitas gambar digital tidak menurun
    g. Dapat dihubungkan dengan data-data teks
    h. Dapat disimpan dan dikirim secara elektronik melalui jaringan internet dan telepon.

PENGOLAHAN DATA

Pengolahan data meliputi :
1. Pengumpulan data
    Mengumpulkan data yang menggambarkan tiap tindakan dan aktivitasnya dengan lingkungannya.
2. Pengubahan Data
    Pengklasifikasian, penyortiran, pengkalkulasian , perekapitulasian, dan pembandingan.
3. Penyimpanan Data
    Semua data harus disimpan disuatu tempat sampai ia diperlukan. Data tersebut disimpan dalam berbagai media penyimpanan,     File yang disimpan disebut database.
4. Pembuatan Dokumen
    Sistem pengolahan data menghasilkan output yang dibutuhkan oleh perorangan atau kelompok baik di dalam maupun di luar.

Fungsi Pengolahan Data
1. Mengambil program dan data (masukan / input).
2. Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan
3. Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan
4. Menyimpan hasil antara dan hasil akhir pengolahan.
5. Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan.

Beberapa hal yang berhubungan dalam pengolahan data komputer
1. PROBLEMA DAN DATA
    Proses dapat dilakukan jika ada persoalan yang dikerjakan atau dipecahkan. Untuk memecahkan masalah harus tersedia datanya
2. INTRUKSI ATAU PROGRAM
    Langkah berikutnya ada instruksi untuk diapakan data tersebut ? Instruksi selanjutnya harus dimengerti oleh komputer yang     disusun menjadi suatu program yang akan diterjemahkan oleh komputer ke dalam bahasa mesin
3. BAHASA PEMOGRAMAN
    Instruksi harus disampaikan ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer sebagai bahasa pemograman seperti : FORTRAN,     COBOL, BASIC, PASCAL, SNOBOL dsb
4. ALAT PERANTARA ATAU INPUT MEDIA
    Instruksi yang telah dinyatakan dalam bahasa tersebut disampaikan melalui media input (bahasa perantara). Media input yg     dikenal berupa Punch Card, Magnetic Tape, Disk, Drum dll
5. PENTERJEMAH ATAU KOMPILATOR
    Instruksi yang dinyatakan dalam bahasa dan disampaikan melalui media input haruslah diterjemahkan dan dimengerti oleh     komputer melalui kompilator sehingga komputer dapat mengerti instruksiinstruksi yang diberikan.
6. LOGIKA dan ARITMATIKA
    Data yang telah dimengerti perlu diselesaikan sehingga diperlukan suatu logika dan suatu perhitungan-perhitungan aritmatik.
7. DAYA INGAT (MEMORY)
    Cara berfikir logik dan daya ingat yang kuat dalam menerima dan memangggil data dalam bahasa komputer disebut sebagai     Memori
8. PENGALAMAN/ LIBRARY
    Baerhasil tidaknya pelaksanaan tugas bergabntung pada pengalaman. Dalam komputer pengalaman disebut Library Program,     yang sangat membantu kesanggupan untuk memecahkan berbagai masalah.
9. MEDIA OUTPUT HASIL PEMROSESAN
    Proses pengolahan data perlu ditampilkan dalam media output. Jenis dan bentuk hasil tampilan bergantung pada user. Dalam     proses keluaran berlaku “GARBAGE IN GARBAGE OUT” jika data yang di olah tidak sempurna atau salah maka hasil keluarannya     juga tidak baik.
10. KEMAMPUAN MENGKOORDINASI DAN SISTEM OPERASI
     Pengolahan data dalam komputer tidak berdiri sendiri, biasanya terbagai dengan unit yang saling berhubungan. Sehingga      dalam pelaksanaannya perlu adanya kemapuan mengkoordinasikan unit-unit tugas tersebut yang dikenal dengan nama      Operating System.

Fungsi Pengolahan data pada komputer :
1. Pengumpulan data
    Pengumpulan data yang menggambarkan tiap tindakan transaksinya dengan lingkungannya.
2. Pengubahan Data
    Operasi pengubahan data mencakup : pengklasifikasian, penyortiran, pengkalkulasian, perekapitulasian,  pembandingan.
3. Penyimpanan Data
    Semua data disimpan disuatu tempat (media penyimpanan) sampai ia diperlukan.
4. Pembuatan Dokumen
    Sistem pengolahan data menghasilkan output yang dibutuhkan oleh perorangan atau kelompok.